وَلَقَدْ مَكَّنّٰكُمْ فِى الْاَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَࣖ

Asuhan Kebidanan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas Perempuan

Teori dan Praktik Berbasis Bukti

Penulis:

  • Bdn. Wiwin Mintarsih Purnamasari, SSiT, M.Kes

  • Nunung Mulyani, APP, M.Kes

  • Dr. Meti Widya Lestari, SST, M.Keb

  • Qanita Wulandara, SST, M.Keb

Ketersediaan: 100 eksemplar

Kesehatan reproduksi perempuan merupakan bagian integral dari kesehatan sepanjang siklus kehidupan. Perempuan dapat menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks, mulai dari gangguan menstruasi dan perdarahan uterus abnormal, infeksi saluran reproduksi dan infeksi menular seksual, sindrom ovarium polikistik, gangguan fertilitas dan infertilitas, hingga kegawatdaruratan ginekologi. Selain aspek klinis, pelayanan kebidanan juga perlu memperhatikan isu kekerasan berbasis gender dan seksual, kebutuhan psikososial, hak reproduksi, keselamatan, kerahasiaan, serta pengambilan keputusan yang melibatkan perempuan secara aktif.

Buku ini disusun secara sistematis untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memberikan asuhan. Materi mencakup pengenalan masalah, pengkajian, penentuan diagnosis dan masalah kebidanan, penatalaksanaan awal sesuai kewenangan bidan, kolaborasi dan rujukan, konseling, edukasi, serta tindak lanjut. Pembahasan mengenai Infeksi Saluran Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual, PCOS dan gangguan endokrin terkait komorbiditas diabetes melitus, masalah fertilitas dan infertilitas, serta gangguan menstruasi dan AUB memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami berbagai kondisi yang sering ditemukan dalam pelayanan kesehatan reproduksi.

Buku ini juga membahas pelayanan pada kondisi yang membutuhkan respons cepat, antara lain penatalaksanaan awal, krioterapi dan tindak lanjut hasil skrining IVA positif, asuhan pascakeguguran, kegawatdaruratan ginekologi, serta mekanisme kolaborasi dan sistem rujukan berjenjang. Pembahasan tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu mengenali tanda bahaya, melakukan stabilisasi awal sesuai batas kewenangan, berkomunikasi secara efektif melalui metode SBAR, dan menentukan kebutuhan konsultasi maupun rujukan secara tepat.

Aspek sensitif gender dan trauma-informed care menjadi bagian penting dalam buku ini. Pelayanan terhadap perempuan korban kekerasan berbasis gender dan seksual membutuhkan pendekatan yang mengutamakan keselamatan, kerahasiaan, persetujuan tindakan, komunikasi empatik, pencegahan reviktimisasi, serta dukungan dan jejaring layanan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan klinis, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang menghormati martabat, hak, pilihan, dan pengalaman setiap perempuan.

Hubungi Kami

email: kramantara.js@gmail.com

Copyright 2026 By PT. Kramantara Jaya Sentosa. All Rights Reserved

Instagram: @kramantarajs