وَلَقَدْ مَكَّنّٰكُمْ فِى الْاَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَࣖ

KODEFIKASI TERKAIT PENYAKIT INFEKSI

Penulis:

  • Yanto Haryanto, SPd, SKp, MKes

  • Bhakti Aryani, S.ST. MKes.

  • Karina Utami, S.ST.

Ketersediaan: 100 eksemplar

Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam sistem pelayanan kesehatan global. Penanganan penyakit infeksi tidak hanya bergantung pada ketepatan terapi klinis di lapangan, tetapi juga pada keakuratan pencatatan dan dokumentasi data medis. Dalam ranah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), penerjemahan diagnosis serta tindakan medis ke dalam sistem kode internasional—seperti ICD-10, ICD-9-CM, dan ICPC-2—memegang peranan yang sangat krusial. Keakuratan pengkodean ini berdampak langsung pada mutu data morbiditas nasional, efisiensi pembiayaan kesehatan berbasis prospektif (INA-CBGs), hingga efektivitas surveilans epidemiologi.

Buku ini ditulis dan disusun memang dengan tujuan utama untuk berbagi pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa rekam medis, praktisi coder, akademisi, serta tenaga kesehatan. Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan pembahasan yang komprehensif dan terstruktur mengenai:

•Konsep Dasar dan Klasifikasi: Pengenalan struktur hierarki ICD-10 Bab I (A00–B99), prinsip penggunaan Alphabetical Index (Vol. 3) dan Tabular List (Vol. 1), serta pengkodean tindakan diagnostik-terapeutik berbasis ICD-9-CM.

•Patofisiologi dan Terminologi Medis: Pemahaman mekanisme agen infeksius, analisis struktur akar kata (root, prefiks, sufiks), serta pembedaan infeksi lokal versus sistemik.

•Tanda, Gejala, dan Faktor Pelayanan Kesehatan: Penggunaan Kategori R (gejala) dan Kategori Z (faktor luar/imunisasi) secara proporsional sesuai kaidah klasifikasi.

•Aturan Morbiditas dan Pengkodean Spesifik: Penerapan kaidah re-seleksi MB1–MB5, pengkodean ganda Dagger () dan Asterisk (), penggunaan kode organisme sekunder (B95–B97), serta studi kasus pengkodean infeksi saluran pernapasan, pencernaan, penyakit tropis (DBD, Malaria), IMS/HIV, dan zoonosis.

•Kodifikasi Layanan Primer dan Penunjang Diagnostik: Penggunaan sistem klasifikasi ICPC-2 di fasilitas pelayanan primer (Puskesmas/Klinik) serta penelusuran bukti laboratorium (mikrobiologi, PCR) dan radiologi.

•Validasi, Audit, dan Kolaborasi Interprofesi: Penilaian akurasi kode (mencegah under-coding, over-coding, mis-coding), tata cara klarifikasi dokumentasi (Physician Query dengan metode SBAR), serta penegakan etika profesi dan hukum kerahasiaan data kesehatan.

Hubungi Kami

email: kramantara.js@gmail.com

Copyright 2026 By PT. Kramantara Jaya Sentosa. All Rights Reserved

Instagram: @kramantarajs